Surabaya — PK IPNU IPPNU UIN Sunan Ampel Surabaya sukses menyelenggarakan kegiatan Madrasah Organisasi pada Sabtu, 23 Mei 2026, bertempat di Kantor DPW PPP Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi salah satu forum penguatan kapasitas kader yang dirancang untuk memperdalam pemahaman tentang budaya organisasi, kepemimpinan, serta strategi pengelolaan organisasi di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.
Mengusung tema “Menyeimbangkan Idealisme dan Pragmatisme: Peran Strategis Budaya Organisasi dalam Membentuk Perilaku Anggota yang Adaptif dan Progresif”, kegiatan ini menghadirkan ruang refleksi sekaligus diskusi mendalam mengenai pentingnya membangun organisasi yang tidak hanya kuat secara nilai, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dan tantangan nyata di lapangan.
Acara diikuti oleh kader dan pengurus PK IPNU IPPNU UINSA dengan penuh antusias. Sejak pagi hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta sesi tanya jawab yang membahas berbagai persoalan organisasi yang sering ditemui dalam praktik kepengurusan.
Dalam sambutannya, Ketua PK IPNU IPPNU UIN Sunan Ampel Surabaya menyampaikan bahwa Madrasah Organisasi merupakan bagian dari ikhtiar organisasi dalam mencetak kader yang memiliki kemampuan berpikir strategis dan mampu menjaga keseimbangan antara idealisme perjuangan dengan kebutuhan organisasi yang terus berkembang. Menurutnya, organisasi yang sehat adalah organisasi yang mampu mempertahankan nilai-nilai dasarnya tanpa kehilangan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang organisasi dan kepemimpinan. Materi pertama disampaikan oleh Rekan Muhammad Lazib, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PW IPNU Jawa Timur. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kaderisasi sebagai pondasi utama keberlangsungan organisasi. Menurutnya, budaya organisasi yang kuat akan lahir dari proses kaderisasi yang konsisten, terarah, dan berkelanjutan. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya anggota, tetapi dari kualitas kader yang mampu melanjutkan perjuangan organisasi.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Winarto Eka Wahyudi, M.Pd.I, Wakil Rektor III Universitas Islam Lamongan. Ia menjelaskan bahwa organisasi mahasiswa memiliki peran strategis dalam membentuk karakter kepemimpinan generasi muda. Dalam era yang penuh perubahan, anggota organisasi dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang baik, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan sosial. Ia juga menegaskan bahwa idealisme harus tetap menjadi kompas utama, namun perlu diimbangi dengan sikap pragmatis yang bijak agar organisasi mampu bergerak secara efektif dan memberikan dampak nyata.
Sementara itu, Rekan Yoga Klody Arianto, Direktur Lembaga Kerjasama Perguruan Tinggi (LKPT) PW IPNU Jawa Timur, mengajak peserta untuk melihat organisasi sebagai ruang belajar yang dinamis. Ia menjelaskan bahwa budaya organisasi yang progresif akan mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi, serta semangat untuk terus berkembang. Menurutnya, organisasi harus mampu menjadi rumah bagi seluruh anggotanya dengan membangun budaya yang inklusif, produktif, dan berorientasi pada solusi.
Diskusi yang berlangsung selama kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi. Berbagai pertanyaan dan gagasan disampaikan terkait tantangan kaderisasi, penguatan budaya organisasi, hingga strategi menjaga eksistensi organisasi di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola interaksi generasi muda.
Melalui Madrasah Organisasi ini, PK IPNU IPPNU UIN Sunan Ampel Surabaya berharap seluruh peserta dapat membawa pulang wawasan baru yang tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan diri, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan organisasi sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen organisasi dalam membangun kader yang tidak hanya aktif bergerak, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual, kemampuan manajerial, serta semangat progresif untuk terus mengembangkan organisasi menuju arah yang lebih baik.
Dengan terselenggaranya Madrasah Organisasi, PK IPNU IPPNU UINSA kembali menegaskan bahwa kaderisasi tidak hanya berbicara tentang regenerasi, tetapi juga tentang proses pembelajaran yang berkelanjutan untuk melahirkan kader-kader yang siap menjadi pemimpin masa depan dan agen perubahan di tengah masyarakat.
Salam 3B: Belajar, Berjuang, Bertaqwa



Posting Komentar
Posting Komentar