-->

Corak Pendidikan Islam di Indonesia


 Oleh : Ali Mursyid Azisi

Selayang Pandang Tentang Pendidikan
Pengertian dari pendidikan sendiri yaitu suatu proses dalam meningkatkan harkat martabat dari manusia, yang berlaku dan juga berlangsung sepanjang hidup manusia, yang dapat dilakukan dimana saja baik di sekolah, lingkungan keluarga, serta lingkungan masyarakat. Maka dari itu pendidikan merupakan tanggung jawab dalam setiap individu terlebih yang akan bermanfaat bagi keluarga, kalangan orang banyak dan juga negara. 
Dalam karya Samrin dengan judul Pendidikan Agama Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional Indonesia, pendefinisian tentang pendidikan menurut Ahmad D. Marimba yaitu menyatakan bahwa pendidikan adalah sebagai pimpinan dan juga bimbingan yang dilakukan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan dari rohani dan juga jasmani dari peserta didik/murid yang bertujuan untuk membentuk kepribadian yang paling utama.
Adapun rumusan yang di sebutkan Marimba tentang unsur utama yang ada dalam pendidikan yaitu: 1). Usaha yang sifatnya membimbing, pimpinan maupun pertolongan yang dilakukan oleh pendidik secara sadar, 2). Adanya pembimbing, penolong dan juga pendidik, 3) adanya peserta didik atau yang dididik, 4) Terdapat tujuan serta dasar dari bimbingan tersebut, 5) Ada alat yang digunakan dalam melakukan kegiatan pendidikan tersebut. Dari kelima unsur tersebut merupakan komponen-komponen yang umumnya harus ada dalam sistem pendidikan.

Sekelumit Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia
Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, adat istiadat, bahasa dan agama. Tiap daerah memiliki ciri khas masing-masing dalam hal pendidikan. Terlebih terhadap pendidikan keagamaan Islam Indonesia yang memiliki corak pendidikan Islam yang multikultural. Ketika berbicara tentang pendidikan Islam di Indonesia tentunya tidak lepas dari sejarah bagaimana awal masuk dan juga berkembangnya Islam di Indonesia. 
Dalam sejarahnya, pendidikan Islam di Indonesia masih bersifat informal yang hanya dengan membentuk lingkaran dan berkumpul di suatu tempat untuk mengenyam pendidikan kala itu yang dibawakan oleh para Wali Songo. Pada awalnya juga ketika pedagang dari Gujarat melakukan kontak perdagangan dengan peribumi Indonesia, ketika itulah mereka para pedagang Gujarat memberi pendidikan agama kepada si pembeli dagangannya. 
Dahulu, pendidikan yang paling di utamakan oleh para pedagang Arab ini adalah tentang ramah tamah, sopan santun, amanah, ikhlas, adil, jujur dan juga pemurah. Seperti yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad saw yang lebih mengutamakan pendidikan akhlak terlebih dahulu daripada hukum Islam atau Syariat.
Setelah Islam tersebar di berbagai penjuru di Indonesia, barulah pendidikan Islam mencari tempat yang layak dan juga khusus dijadikan sebagai tempat untuk mengenyam pendidikan Islam seperti di Mushola/Langgar dan juga Masjid yang merupakan tempat khusus untuk mengenyam pendidikan keagamaan Isalam yang sifatnya masih Informal. 

Peran Ormas Islam dan Pesantren: Sebagai Corak Pendidikan Islam 
Pendidikan tentunya tidak lepas dari budaya dari daerah masing masing yang memiliki ciri khas tersendiri karena agama tidak lepas dari budaya. Menurut beberapa tokoh tentang budaya oleh Amer al-Raubai berpebdapat bahwa Islam bukanlah hasil dari produk budaya, namun justru Islam membangun sebuah kebudayaan dan juga peradaban. Peradaban yang berdasrkan sunnah Nabi dan juga Al-Qur’an yang dinamakan peradaban Islam. 
Sementara itu, dalam tulisan Fitriyani yang bertajuk Islam dan Kebudayaan, ada pendapat dari tokoh lain tentang budaya yaitu dari E. B. Tylor, menurutnya budaya adalah suatu keluruhan yang kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat dan juga kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. 
Seiring dengan berkembangnya zaman, corak pendidikan Islam dari waktu ke waktu memiliki perbedaan dari dulu hingga sekarang. Dimulai dari dahulu yang diajarkan melalui dengan hanya berkumpul di suatu tempat atau musholla maupun masjid yan dijadikan tempat mencari ilmu keislaman, namun seiring berjalannya waktu sudah mengalami perkembangan, yaitu dengan berdirinya sistem pendidikan pesantren. Pesantren merupakan bentuk sekolah dan juga organisasi pendidikan di Indonesia. 
Dari adanya organisasi Islam dalam tulisan Umar yang bertajuk Eksistensi Pendidikan Islam, tentunya memiliki pengaruh dalam sistem pendidikan islam di Indonesia. Ormas islam yang kini berkembang dan mayoritas di Indonesia adalah Nahdlatul Ulama yang sering kali diberi julukan NU yang dipelopori oleh K. H. Hasyim Asy’ari, ormas NU ini didirikan pada tanggal 31 Januari di Surabaya tahun 1926 yang bertepatan pada tanggal 16 rajab tahun 1444 H, penganut ormas Islam NU ini menyebutkan bahwa dirinya menganut sebagai golongan Ahlu sunnah wa al-jamaah yang disingkat ASWAJA.
Sama halnya dengan ormas yang lain sperti halnya Muhammadiyah yang dipelopori oleh K. H. Ahmad Dahlan yang juga termasuk ormas Islam yang juga berdasarkan Islam, kebangsaan dan juga sosial. Ormas yang didirikan pada tanggal 8 Dzulhijah tahun 1330 H, di Yogyakarta.
Dari adanya pesantren menjadi corak pendidikan Islam tersendiri di Indonesia. Baik system Pendidikan yang dibentuk secara formal maupun Informal, merupakan budaya system pendidikan yang tidak semua negara muslim senada. 
Mulai dari pesantren salaf yang metode pengajarannya masih memegang teguh budaya pengajaran para ulama terdahulu, hingga pesantren modern yang memiliki sistem yang pada umumnya sedikit berbeda. Sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak diragukan lagi kualitasnya, pesantren merupakan sarana untuk mencapai keluhuran budi, keilmuan Islam, maupun keilmuan umum. 
Sebagaimana dalam realitasnya kini terdapat beberapa pesantren yang tersebar di Nusantara mengaplikasikan keilmuan sains-teknologi dan ilmu keagamaan. Hal ini merupakan tuntutan zaman yang perlu ditanamkan kepada santri/pelajar yang menjadi keharusan beradaptasi dengan dunia modern. Perpaduan antara gaya pendidikan keagamaan ala pesantren dan sains nantinya diharapkan menjadi media utama dalam mencetak generasi muslim yang mampu bersaing di segala lini, baik ekonomi, agama, teknologi, dan bidang lainnya.


Artikel Terkait

Posting Komentar