Dalam dinamika organisasi, keberhasilan tidak pernah lahir dari kerja individu semata, melainkan dari kesadaran kolektif untuk bergerak menuju tujuan bersama. Setiap kader memegang peran strategi yang saling melengkapi, sehingga tercapainya organisasi menjadi hasil dari sinergi, bukan panggung pribadi.
Oleh karena itu, pemaknaan terhadap pengakuan peran dan kontribusi menjadi lebih penting dari sekadar atas nama. Dari nilai pengabdian yang kita uji, apakah hanya berorientasi pada ambisi pribadi, atau pada kesuksesan organisasi secara utuh?
Nilai-nilai tersebut relevan dengan arah gerak IPNU IPPNU sebagai sebuah organisasi yang tidak dibangun untuk menumbuhkan kader yang ingin menonjol, tetapi untuk menempa kader untuk tumbuh dengan kesadaran kolektif, sensitif, dan tanggung jawab struktural. di dalamnya setiap kader belajar dan mengabdi secara bersama-sama.
Dalam sebuah organisasi, kesuksesan tidak diukur dari siapa yang paling banyak berbicara, atau yang paling dikenal. Tetapi dari seberapa ikhlas kader dalam menjaga ritme organisasi, menjalankan amanah, dan memastikan roda kaderisasi agar terus bergerak seiring dengan berjalannya waktu.
Maka dari itu, menjadi sebuah kader IPNU IPPNU berarti harus siap dalam menahan ego, belajar dari pengalaman, (karena pengalaman adalah guru terbaik), dan mendahulukan kepentingan organisasi daripada kepentingan pribadi. Sebab organisasi bukanlah panggung untuk mencari pengakuan, melainkan sebagai wadah untuk menumbuhkan keikhlasan, melatih tanggung jawab, dan mengembangkan softskill.
Pada intinya, kader sejati tidak sibuk mengejar MVP, tetapi fokus memastikan tim menang, karena mereka yang hanya mengejar nama akan tertinggal oleh mereka yang mengejar makna. Karena pada hakikatnya, organisasi adalah tentang tumbuh bersama, bukan ambisi pribadi.
_Shinzou dan Sasageyo_
Dedikasikan dirimu
Oleh: Ahmad Bangun Setiawan
Editor: Syifa Fadlilah

Posting Komentar
Posting Komentar